Hari Terakhir Pencarian Korban Longsor Baktiraja

DELFMRADIO.CO.ID- Toba

Memasuki hari ke-13, hasil pencarian korban longsor di Desa Simangulampe, Baktiraja, Humbang Hasundutan (Humbahas) masih nihil. Sepuluh korban yang terdata hilang, hingga kini masih belum berhasil ditemukan.

Baca juga | Strategi BPODT Dorong Pariwisata Danau Toba Tahun 2024!

Sesuai rencana operasi, Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Medan Budiono menyebut, tim Search and Rescue (SAR) sudah melakukan pencarian di area bencana yang mencapai luas sekitar 4-5 hektar. Ia menerangkan, pihaknya memfokuskan pencarian pada tiga titik sektor krusial.

“Secara keseluruhan ada 538 personel gabungan yang terlibat, terbagi dalam tiga sektor pencarian. Kita memaksimalkan personel maupun alut yang ada juga melibatkan keluarga korban langsung ikut menyisir perairan Danau Toba,” sebut Budiono kepada Del FM Radio di Posko Basarnas, Baktiraja (12/12/2023).

Baca juga | Radio DEL FM Salurkan Donasi Pendengar Untuk Korban Longsor di Baktiraja

Sektor pertama, berada di wilayah perairan. Sektor kedua, berada di wilayah daratan mulai dari tepi jalan ke tepi pantai. Dan sektor ketiga, lokasinya mulai dari arah jalan ke arah bukit, arah datang longsor pertama kalinya.

“Sudah banyak yang kita kerjakan terkait pemindahan material yang dicurigai menjadi tempat keberadaan korban. Kami menyisir rumah warga yang hancur karena ada perkiraan korban tertimbun reruntuhan. Berdasarkan informasi dari warga yang mengalami kejadian pada saat itu, perkiraan korban di sini atau di sini, semua kita cari,” terang Budiono.

Lanjutnya, tim SAR juga memfokuskan pencarian ke perairan. Tim SAR melakukan penyelaman di tepian Danau Toba dengan alat aqua eye untuk mendeteksi korban di bawah air. Termasuk, membersihan pohon-pohon tumbang di tepian Danau Toba agar pencarian maksimal.

Namun sayang, korban hilang tercatat masih tinggal 10 orang. Sebelumnya, Tim Sar berhasil menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia, satu di perairan dan satu lainnya di daratan dekat lokasi Senior Bakara Hotel.

Kesulitan Tim SAR

Budiono bertutur, timnya agak kesulitan melakukan pemindahan material yang jumlahnya begitu banyak. Pasalnya, banyak lumpur hingga material batu berukuran sangat besar. Sehingga, petugas harus bekerja secara bertahap, yakni memecahkan batu lebih dahulu barulah memindahkannya.

Sementara di perairan, kata dia, petugas mengalami kesulitan jarak pandang (visibility) karena kondisi air yang keruh. Menurut Budiono, ada material lumpur yang mengalir bersama air yang menyebabkan kondisi air danau di sekitar kejadian menjadi keruh.

(RMN)

Leave a Comment.