Berganti Nama, Ini Logo Baru Pemerintahan Kabupaten Toba

Resmi berganti nama Toba Samosir (Tobasa) menjadi Toba, pemerintah akhirnya secara resmi mensosialisasikan perubahan logo Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Toba. Untuk pertama kalinya, logo Pemkab Toba yang baru tersebut disosialisasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) Toba melalui WhatApp group Diseminasi (Kominfo), Kamis (25/02/2021).

Salah satu perbedaan mencolok dari logo sebelumnya adalah perubahan tulisan aksara Batak bertuliskan ‘Tano Toba’, sebelumnya bertuliskan aksara Batak ‘Tano Batak’. Lainnya, secara lebih rinci berikut penjelasan logo baru Pemkab Toba.

a.Lambang secara keseluruhan berbentuk lonjong, satu tangkai padi di sebelah kiri dan satu tangkai kapas di sebelah kanan dan pada bagian atas dipertemukan dengan tulisan “HORAS“ dan di bagian bawah dihubungkan dengan pita bertuliskan nama daerah “TOBA“;
b. Bentuk lonjong bagian dalam dibagi dua sama secara horizontal merupakan dasar dari perisai segi lima;
c. Pada bagian bawah (sisi bawah) perisai segi lima terdapat ULOS yang melengkung bertuliskan TANO TOBA dalam aksara Batak;
d. Di tengah perisai segi lima terdapat satu buah Rumah Adat yang dilatarbelakangi oleh lukisan-lukisan: Danau Toba, Bukit Barisan dan Peta Wilayah Kabupaten Toba;
e. Di bagian kiri bawah terlihat kawasan hutan, areal pertanian, tungkot (tongkat)
balehat raja;
f. Di tengah-tengah sisi bawah segi lima dan di bawah gambar rumah adat terletak gambar pustaha (buku) dan sipun (setangkai pena bulu); dan
g. di bagian kanan bawah terlihat gambar riak/gelombang air, bendungan, air terjun dan piso (pisau) halasan Sisingamangaraja XII.

Kabag Organisasi Tata Laksana (Ortala) Pemkab Toba, Sarman Marbun menjelaskan bahawa logo baru tersebut sudah mendapat persetujuan dari Gubernur Sumatra Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi. Ia juga mengatakan bahwa penggunaan hanya tinggal menunggu registrasi perdananya dari biro hukum

“Logo tersebut pada hakikatnya sudah disetujui Gubernur Sumut, kita tinggal menunggu nomor registrasi Perdanya dari Biro Hukum,” ujar Sarman Marbun.

Sosialisasi, kata Sarman, masih akan terus dilakukan mulai dari seluruh Instansi, Kecamatan hingga Kelurahan dan Desa. (RMN)

 

Leave a Comment.