Ikan Iblis Merah Ada di Danau Toba, Apa itu?

Red devil fish atau ikan iblis merah merupakan ikan air tawar asal Amerika Tengah, tepatnya di Danau Nicaragua. Meski bukan ikan asli Indonesia, ikan ini sudah ditemukan ada di Danau Toba dan belakangan ramai dibicarakan karena dianggap merusak ekosistem ikan endemik di Danau Toba.

Kok bisa? Yup, ikan iblis merah memang termasuk ikan karnivora bahkan disebut sebagai salah satu ikan paling invasif di perairan air tawar Indonesia. Artinya, dia bertahan hidup dengan cara memakan jenis ikan lain di sekitarnya.

Itulah mengapa keberadaan ikan iblis merah menjadi berbahaya bagi ekosistem alami Danau Toba. Bahkan menurut para nelayan di Toba, ikan predator ini memangsa telur hingga benih ikan jenis lain di perairan Danau Toba.

Baca juga: Rayakan Hari Bumi 2022 di Medsos Lewat Kuis Google, Ini Cara Mainnya!

Kasus ikan iblis merah tidak hanya terjadi di Danau Toba. Beberapa tahun lalu, kasus invasi ikan iblis merah terjadi di Danau Sentani di Papua, Danau Batur di Bali, hingga Waduk Sermo di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 19/Permen-KP/2020, memasukkan ikan iblis merah ke dalam daftar ikan yang merugikan, sehingga dilarang untuk dimasukkan, dibudidaya, diedarkan, dikeluarkan/dilepasliarkan ke dalam wilayah perikanan Republik Indonesia.

Dalam Permen tersebut, iblis merah disebut sebagai ikan yang merugikan karena termasuk ke dalam kriteria ikan yang bersifat buas atau pemangsa bagi ikan jenis lainnya, yang menyebabkan penurunan populasi ikan lain. Belum lagi, ikan ini memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Dengan kemampuan adaptasinya yang di atas rata-rata inilah menjadikannya mudah berkembang biak dan hidup di berbagai kondisi perairan dan merusak ekosistem lainnya.

Fyi, ada beberapa jenis ikan yang masih hidup di Danau Toba. Diantaranya, ikan nila, ikan mujair, ikan mas, harutting atau gabus pasir, sioto, pora-pora dan sebagainya.

Ikan Iblis Merah Banyak Diminati Kolektor Ikan

Meski begitu, di sisi lain, ikan jenis ini banyak diminati oleh kolektor ikan untuk dijadikan koleksi di akuarium. Selain alasan sebagai ikan predator, beberapa ikan ini memiliki motif warna yang cantik dan bentuk kepala menyerupai ikan Lohan.

Selain itu, mengutip dari Jurnal Agroteknologi, ikan iblis merah sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber asam amino yang menjadi pupuk bernutrisi tinggi bagi tanaman. Kandungan protein ikan yang relatif tinggi, yakni 35%, sangat baik untuk digunakan sebagai campuran pupuk tanaman.

Dalam studi tersebut, penggunaan pupuk campuran ikan iblis merah pada tanaman Durian menunjukkan hasil tanaman tumbuh subur dengan menghasilkan buah yang manis. (RMN)

 

Comments.

  • Tulang ikan ini juga tergolong sangat keras, sehingga kalau di goreng sekering mungkin tetap tidak bisa segaring ikan biasanya.. ikan ini memg sudah cukup banyak di pinggiran danau toba.. semoga ekosistem ikan di danau toba tetap terpelihara dengan baik.

  • mari sama2 musnahkan ikan ini,, klw sdh dapat dipancingan/dijala klw kecil jgn dikembaliin ke danau toba, tp buang ke darat atau dibawa pulang kasih makanan ternak,, krna kemungkinan ikan pora2 hanya akan jadi kenangan ,dulu masih saya smp tahun 2006 an, ikan pora2 masih banyk di pinggir danau toba,, sekrng sudh red devvil yg kuasain

Leave a Comment.