Update Terkini Pembangunan Jembatan Aek Tano Ponggol di Samosir

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Aek Tano di Sumatera Utara (Sumut) sepanjang 294 meter rampung pada 2022. Jembatan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Samosir ini nantinya bakal mendukung pengembangan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas/Destinasti Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur di setiap KSPN/DPSP direncanakan terpadu mulai dari penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, sampai perbaikan hunian penduduk melalui rencana induk pembangunan infrastruktur. “Prinsipnya adalah mengubah wajah kawasan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional,” kata Menteri Basuki.

Menurut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Selamat Rasidi, Tano Ponggol merupakan satu-satunya akses darat menuju Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba. Ia berharap desain jembatan yang memuat konsep ornamen Dalihan Na Tolu ini nantinya bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

“Saya berharap, jembatan berhiaskan ornamen Dalihan Na Tolu yang merupakan filosofi suku Batak ini dapat menambah daya tarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Rasidi.

Baca juga: Puskesmas Laguboti Gelar Penyuntikan Vaksin, Ayo Vaksin!

Untuk progres pembangunan, Rasidi melaporkan bahwa saat ini sedang dilaksanakan pekerjaan memasang bor pile dan tiang pancang pekerjaan pondasi jembatan. Sebelumnya, pekerjaan pile cap pada P1 dan P2 jembatan sudah selesai dan sekarang dilaksanakan pekerjaan di P3 berupa penulangan untuk bor pile.

Dari data terbaru Kementerian PUPR disebutkan bahwa Jembatan Aek Tano Ponggol sepanjang 294 meter terbagi atas jembatan utama 179 meter dan jembatan pendekat 155 meter. Menurut Rasidi, jembatan utama terdiri dari 3 bentang dengan bentang utama sepanjang 99 meter dan struktur utama berupa box girder.

Demikian pula dengan jembatan pendekat yang terdiri dari 3 bentang dengan struktur utama prestressed I girder. Sejauh ini, ungkap dia, sekitar 13 persen lahan masih belum belum dibebaskan. Kendala lain yang menghambat pembangunan di lapangan adalah utilitas yang belum dipindahkan oleh pihak pengelola utilitas.

“Masih ada masalah dari sisi utilitas PLN dan PDAM di daerah alur lahan yang juga belum direlokasi,” tuturnya.

Ke depan, kata Kementerian PUPR, jembatan Aek Tano Ponggol akan mengantikan fungsi jembatan eksisting sepanjang 16 meter. Konstruksi jembatan tersebut dikerjakan PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana dengan pembiayaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020-2022 senilai Rp.157 miliar.

Selain pembangunan jembatan Aek Tano Ponggol, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) juga mengerjakan pelebaran alur Tano Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter sepanjang 1,2 Km. Sehingga hasilnya akan dapat dilewati kapal pesiar. (RMN)

Leave a Comment.