Rumah Kreatif Sinar Mas Latih Warga Simangulampe Buat Humbang Eco Print

DELFMRADIO.CO.ID

PT Asuransi Sinar Mas melalui Rumah Kreatif Sinar Mas melatih tujuh warga Simangulampe, Baktiraja, Humbahas untuk membuat Humbang Eco Print. Yaitu pewarnaan dan pemberian motif pada kain dengan memanfaatkan dedaunan alami dari Kawasan Danau Toba.

Menurut Direktur PT Asuransi Sinar Mas, Dumasari MM Samosir, ketujuh anak-anak muda itu mengikuti pelatihan tertanggal sejak 26-29 Februari 2024. Mereka sangat antusias, meski harus bolak-balik ke lokasi pelatihan melewati tanjakan bukit selama lebih kurang 20 menit.

Duma menjelaskan, pelatihan ini adalah bentuk dukungan dari PT Asuransi Sinar Mas untuk warga Simangulampe yang terdampak banjir dan longsor pada Desember 2023 lalu. Bencana itu meluluh lantakkan desa dan sebagian besar warga kehilangan mata pencaharian yang mayoritasnya adalah petani.

“Saya melihat bagaimana proses masyarakat untuk recovery (pulih), tapi memang hal ini tidaklah mudah. Jadi saya punya mimpi, bagaimana Asuransi Sinar Mas, melalui apa yang sudah kita kerjakan sejak 2016 di Dolok Sanggul bisa berbuat sesuatu,” katanya.

Dalam sambutannya, Duma berpendapat Simangulampe bisa menjadi lokasi wisata baru dengan tumpukan batu besar-besar dan cerita didalamnya. Ia mencontohkan negara China yang memiliki tempat wisata Stone Forest.

Tempat itu menjadi salah satu tempat wisata favorit dengan tatanan batu-batu yang menarik. Kelak, menurut dia, pariwisata itu bisa menjadi sumber pencaharian baru bagi warga sekitar.

“Kita optimis, Simangulampe bisa pulih. Itu kenapa kita juga sudah siapkan rumah sementara biar warga bisa berlatih membuat Humbang Eco Print. Jadi kalau ada wisatawan datang, bisa melihat proses membuatnya dan tertarik untuk membelinya. Jangan takut, semua hasil karya warga kita tampung di Rumah Kreatif Sinar Mas,”tukasnya.

Tepat pada Jumat, 1 Maret 2024, seremonial peluncuran Humbang Eco Print hasil karya warga Simangulampe, Baktiraja, Humbahas dilakukan. Bertepatan dengan momen perjalanan tur agen-agen PT Asuransi Sinar Mas ke Danau Toba.

“Saya ingin mengatakan, bahwa Rumah Kreatif Sinar Mas bisa berdampak untuk masyarakat adalah berkat dari profit dari bapak/ibu agen hasilkan. Jadi saya ingin mengucapkan  terima kasih dan teruslah berkarya,”ujarnya.

Atas Rasa Pedulinya: Terima Kasih

Sanggam Lumbangaol, Camat Baktiraja

Menyambut bantuan PT Asuransi Sinar Mas, Sanggam Lumbangaol selaku Camat Baktiraja, mengaku merasa terhormat. Rasa peduli berbagai pihak terhadap desanya, kata Sanggam, adalah hal yang sangat ia syukuri.

“Desa Simangulampe kehilangan mata pencaharian, karena lahan pertanian rusak. Kita berdoa agar tujuh orang yang ada di pelatihan ini makin bertambah-tambah. Dengan begitu, desa Simangulampe bisa menemukan sumber pencaharian yang baru,”ungkapnya.

Kata Sanggam, pihaknya memang banyak menerima banyak uluran tangan dari berbagai pihak. Uang tunai, makanan, kebutuhan-kebutuhan harian banyak berdatangan.

Namun, menurutnya, itu semua hanya akan bertahan beberapa bulan saja, paling maksimal tiga bulan setelah kejadian. Karena itu sekarang mereka justru membutuhkan pemulihan jangka panjang terutama berkaitan dengan mata pencaharian baru.

Awal Bergabung

Levania Manullang

Pembuatan kain Humbang Eco Print tidak bisa oleh satu orang saja, minimal 2 atau 3 orang. Perlu kerja sama tim untuk melewati tahap-tahapannya, baik dari pencelupan kain ke warna, menempel daun, hingga menggulung kain.

“Kalau nggak kuat tenaganya dan rapi, nanti warna dan motifnya bisa nggak nempel,” terang Lavenia Manullang.

Ia adalah seorang pembuat Humbang Eco Print atau biasa disebut dengan artisan asal Simangulampe yang mengikuti pelatihan pembuatan Humbang Eco Print. Nia, begitu panggilan akrapnya, awalnya mendapat tawaran untuk pelatihan eco print dari seorang kakak melalui sebaran WhatsApp.

Tanpa pikir panjang, karena dirinya sedang berada di kampung dan tak terlalu sibuk, Nia pun ikut mendaftar. Menurutnya, sejak awal pendaftaran jumlah pesertanya mencapai 10 orang, tapi yang konsisten hanya 7 orang saja.

“Kami pulang pergi, antar jemput oleh pihak Asuransi Sinar Mas (4 hari lamanya). Mulai pelatihan jam 7.30 pagi sampai jam 4 atau 5 sore,” cerita perempuan berusia 21 tahun itu.

Meski baru pertama kali terjun sebagai artisan, Nia mengaku tidak kesulitan untuk belajar. Justru dengan antusias, ia menceritakan apa saja yang mereka lakukan selama di Rumah Kreatif Sinar Mas.

Kata dia, hari pertama peserta mendapat modul untuk perkenalan tentang berbagai situasi yang baru mereka temui. Baru hari kedua dan seterusnya, mereka melakukan praktek bersama mentor, Millenia Munthe.

“Pembuatannya tidak sulit. Hanya mungkin kami agak kesulitan menghafal istilah-istilah dalam eco print,” cerita Nia.

Selama pelatihan, ia merasa sangat terkesan dengan orang-orang di Rumah Kreatif yang membuatnya nyaman, tak punya tekanan, bebas namun bertanggung jawab.

“Terus kami juga terpukau, ternyata daun-daun yang sering kita anggap sepele, ternyata cantik juga kalau sudah jadi motif kain,” serunya.

Komitmennya, akan berupaya untuk memberikan yang terbaik dan mengajak teman-temannya yang nelum ikut bergabung. Mengingat dirinya sudah merasakan banyak manfaat dengan adanya Humbang Eco Print ini.

Selain Nia, beberapa artisan lain yang ikut pelatihan Humbang Eco Print adalah Lipto Simanullang, dan Marthin Nainggolan. Ada pula Menti Olivia Manullang, Sastro Ompusunggu, Willy Simanullang dan Farel Simanullang.

(RMN)

Leave a Comment.