Risiko Pengharum Ruangan bagi Kesehatan

DELFMRADIO.CO.ID

Pengharum ruangan merupakan produk berbahan kimia yang digunakan untuk mengurangi bau tidak menyenangkan dalam ruangan tertutup. Jenis pengharum ruangan beragam, mulai dari lilin, gel, minyak, hingga cairan semprot (aerosol).

Meski berkhasiat mengeluarkan aroma yang menyegarkan, pengharum ruangan ternyata menghasilkan polusi udara yang berisiko bagi kesehatan. Mengutip alodokter, senyawa dalam pengharum ruangan faktanya bisa menjadi alergen atau pemicu alergi bagi tubuh.

Baca juga | Kemenkumham Buka Pendaftaran Catar, 15 Mei-13 Juni 2024

Hal itu terjadi, karena pewangi ruangan mengandung volatile organic compounds (VOC’s) atau senyawa yang mudah menguap yang bersifat iritan. Senyawa ini juga terkandung dalam perekat lantai, cat, perabotan, dan produk pembersih lainnya.

Berikut beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi apabila menggunakan pengharum ruangan kurun waktu lama.

1. Asma

Bahan kimia di dalam pengharum ruangan bisa terhirup dan masuk ke dalam paru-paru serta memicu iritasi di saluran napas. Hal ini dapat meningkatkan risiko kambuhnya asma dan perburukan gejala asma. Efeknya akan lebih parah jika Anda menggunakan pengharum ruangan dengan aroma yang kuat.

2. Alergi kulit

Bukan hanya asma, melansir alodokter, pengharum ruangan juga bisa menjadi alergen bagi Anda yang memiliki alergi kulit. Hal ini karena bahan kimia dari pengharum ruangan dapat menempel di kulit sehingga menimbulkan reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, bentol-bentol, atau pembengkakan di mata dan mulut.

3. Migrain

Risiko pengharum ruangan bagi kesehatan selanjutnya adalah sakit kepala. Menurut beberapa penelitian, paparan aroma pengharum ruangan yang terlalu kuat bisa mengakibatkan seseorang mengalami migrain, terutama pada orang yang sensitif dengan wewangian.

Penting Anda ketahui pula bahwa penggunaan pengharum ruangan tidak disarankan untuk bayi, sebab diduga dapat meningkatkan risiko infeksi telinga dan diare.

Meski begitu, jika Teman Del terpaksa menggunakan pewangi ruangan, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk mengurangi efek sampingnya:

1. Letakkan pewangi pada posisi yang agak agak jauh untuk menghindari penghirupan langsung

2. Jauhkan dari makanan karena bisa ikut tercemar

3. Gunakan pewangi ruangan ramah bayi

4. Hentikan penggunaan ketika mengalami batuk-batuk, sesak nafas, atau iritasi kulit dan mata

5. Sebaiknya gunakan pewangi ruangan organic seperti biji kopi, buah jeruk, atau buah lemon.

(RMN)

Leave a Comment.