Pembelajaran Tatap Muka di Toba Masih Menunggu Instruksi Gubsu

Sejumlah sekolah di Kabupaten Toba hingga kini masih menunggu Instruksi Gubernur Sumatra Utara (InGub) untuk mengadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Menurut keterangan Kacabdis Pendidikan Balige Provinsi Sumut Alfred Silalahi, merunut InGub pertama, Kabupaten Toba termasuk dalam wilayah yang tidak bisa melaksanakan PTM terbatas selain Medan dan Pematang Siantar.

“PTM terbatas untuk tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Toba kita masih menunggu instruksi gubernur terkait PTM terbatas untuk revisi karena InGub yang pertama yang tidak bisa melaksanakan PTM terbatas yaitu Medan, Siantar dan Toba,” sebutnya pada Senin (13/9/2021).

Alfred mengatakan, kondisi penyebaran COVID-19 di Kabupaten Toba yang mengalami penurunan akan dikoordinasikan bersama Satgas Penanggulangan COVID-19 Toba agar pembelajaran tatap muka terbatas nantinya bisa berjalan dengan baik. Dengan begitu, katanya, pembelajaran serentak untuk tingkat SMA/SMK, SMP, dan SD bisa segera dilaksanakan.

“Seiring dengan perkembangan COVID di Toba ini sudah semakin menurun kita juga perlu berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 agar pembelajaran tatap muka terbatas itu bisa berjalan dengan baik, dan kita juga akan berkoordinasi dengan pihak kabupaten agar pembelajaran itu bisa serentak untuk tingkat SMA/SMK, SMP, dan SD,” sebutnya.

Baca juga: Positivity Rate Menurun hingga 8,31%, Irman Oemar Klaim Covid-19 Sumut Mulai Terkendali

Sementara itu, Alfred mengklaim bahwa sekolah di Kabupaten Toba, tingkat SMA/SMK, juga sudah mempersiapkan pemenuhan protokol kesehatan (prokes) diantaranya ketersediaan thermo gun, wastafel untuk cuci tangan, hand sanitizer,dan disinfektan. Ia dan timnya, terang Alfred, sudah meninjau ke semua sekolah-sekolah di Kabupaten Toba untuk memastikan hal itu terjadi.

“Untuk tingkat SMA/SMK prokes itu berdasarkan hasil pemantauan kami semua prokes itu sudah berjalan dengan baik, kami sudah meninjau ke semua sekolah-sekolah di Kabupaten Toba jadi tinggal menunggu kapan kita bisa mulai,” jelasnya lagi.

Disebutkan antisipasi risiko penularan COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan adalah vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik di Toba telah dilaksanakan. Meski demikian, vaksinasi bagi siswa 12 tahun ke atas masih belum dapat dilaksanakan.

Menutup wawancara, ia berpesan agar siswa tetap mengikuti pembelajaran online dengan baik. Diakuinya bahwa kualitas pendidikan memang menurun selama pembelajaran secara online, karenannya ia berharap masyarakat bisa hidup berdampingan dengan pandemi ini dengan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan.

“Pesan saya sebagai Kacabdis, selama pembelajaran online ini semuanya harus mengikuti dengan baik, jangan ada yang absen, ikuti pembelajaran dari guru karena ini menyangkut masa depan dan doakan agar pandemi ini berubah, dan kita bisa hidup berdampingan dan setelah divaksinasi kita bisa tatap muka, kita tunggu instruksi berikutnya,” tutup dia. (RMN)

 

Leave a Comment.