Pariwisata Toba Meningkat Pesat, Sandiaga: Awalnya Saya Takut

DELFMRADIO.CO.ID

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno secara resmi membuka kegiatan Promosi Desa Wisata, Kamis (4/7/2024) di Desa Wisata Meat. Mengawali sambutannya, Sandi menceritakan bagaimana awalnya ia sempat merasa takut dan stress apabila bertugas ke Toba.

“Sebelum saya kunjungan pertama, ada beberapa tokoh Batak di Jakarta bilang, Sandi susah (loh) membangun kabupaten Toba. Karena budaya melayaninya itu tidak ada.” ceritanya.

Lanjut Sandi, namun dalam perjalanannya ke Kabupaten Toba, ia ternyata dipertemukan dengan Bupati Toba, Poltak Sitorus. Saat itu, Poltak meyakinkan Sandi bahwa masyarakat Batak memiliki adat luhur untuk menghargai tamu.

“Yaitu, 10 jari kudekatkan serta satu kepala kuserahkan. Itu yang masyarakat Batak berikan untuk para tamu. Saya langsung semangat pak. Terima kasih.” tuturnya.

Sandi melanjutkan, bahwa pariwisata di Indonesia juga meningkat dengan baik dan nyaris menduduki peringkat 20 pariwisata sedunia. Sama halnya dengan pariwisata Toba, kata Sandi, juga meningkat sangat pesat yang berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ke peringkat 11 dari 514 Kabupaten se-Indonesia.

“Didukung oleh Danau Toba, kita mencapai total target pergerakan wisatawan nusantara 1,5 Milyar. Kita sudah melihat kunjungan wisatawan Danau Toba juga mencapai 2 juta lebih. Ke depan ini kita targetkan tentunya meningkatkan kualitas dan keberlanjutannya” Paparnya.

Kemudian, Poltak menyinggung kepemimpinan Sandiaga Uno dan perhelatan event internasional F1 Powerboat yang membuat ekonomi Toba naik signifikan. Sebut Poltak, kunjungan wisatawan yang hanya 201.000 tahun 2021, melesat tajam menjadi 2.076.474 pada tahun 2023.

Lanjutnya, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata juga mengalami kenaikan. PDRB sebesar 249 M pada tahun 2021, mengalami peningkatan 10,31%, menjadi 251 M pada tahun 2023.

“Ini sangat membanggakan bagi kami. Ke depan, pariwisata itu adalah top prioritas dalam pembangunan kita. Karena untuk membangun Toba ini, kami sadar betul kami tidak dapat hanya mengandalkan pertanian. Harapan kami, 2045 Toba harus sama dengan Kabupaten Badung yang ada di Bali.” katanya mengakhiri.

(RMN)

Leave a Comment.