Latih Soft Skill dan Critical Thinking, Mahasiswa Prodi MR IT Del Gelar Pameran Produk

DELFMRADIO.CO.ID

Mahasiswa program studi Manajemen Rekayasa (MR) Institut Teknologi (IT) Del melakukan pameran produk inovasi di Gedung 9, Fakultas Teknologi Industri, Senin (13/5/2024). Kegiatan tersebut menampilkan berbagai jenis produk hasil pengembangan dan riset mahasiswa kurun waktu satu semester.

Menurut Kepala Prodi MR IT Del, Josua Boyke William Jawak, terdapat sepuluh produk yang ditampilkan pada pameran tahun ini. Yang mana, keseluruhannya diharapkan bisa memberikan solusi terhadap fenomena-fenomena permasalahan yang terjadi di berbagai sektor sekitar Kawasan Danau Toba.

“Studi Kasus dalam pameran ini adalah Kawasan Danau Toba. Dimana mahasiswa melihat fenomena permasalahan yang terjadi di Kawasan Danau Toba dan mencoba untuk memberikan solusi dalam menjawab fenomena tersebut.” terang dia kepada Del FM (19/5).

Baca juga | Resmikan Internet Starlink, Elon Musk Datang ke Indonesia

Josua, begitu sapaannya, menyampaikan harapan agar pameran ini bisa meningkatkan pemahaman mahasiswa terutama dalam hal perancangan dan pengembangan produk. Mengingat sebelumnya, mahasiswa juga sudah lebih dahulu dibekali lewat mata kuliah Visualisasi dan Gambar Teknik, Perancangan dan Pengendalian Produksi, serta Perancangan dan Pengembangan Produk.

“Kegiatannya (pameran produk) berlangsung sekali dalam setahun. Biasanya kita gelar pada akhir ajaran semester Genap,” tukasnya.

Secara keseluruhan, Josua menilai produk yang dihasilkan oleh mahasiwa sudah sesuai dengan studi kasus masalah yang diangkat. Namun menurut dia, dari sisi kesiapan fungsionalitas produk serta kesiapan pakai hanya terdapat beberapa produk saja.

“Ada beberapa yaitu Produk Pengolah Limbah Jagung, Ergonomic Sirat Ulos, dan Automatic Corn Seed Planting,” sambungnya.

Tapi meskipun produk masih pada tahapan awal, Josua menilai produk sudah dapat digunakan dan bermanfaat baik bagi petani, pengrajin ulos, juga masyarakat sekitar. Menurutnya masyarakat bisa meningkatkan produktivitas dengan bantuan produk karya mahasiswa tersebut.

“Memang, masih perlu pengembangan dari sisi build quality sehingga nantinya produk-produk mahasiswa dapat di produksi secara massal,” ujarnya lagi.

Selain memberikan solusi bagi fenomena sekitar, Josua menilai pameran produk ini juga bisa meningkatkan keterampilan non-teknis (soft skill) juga kemampuan berpikir kritis (critical thinking) mahasiswa. Hal itu, menurut Josua akan mendorong mahasiswa mampu melihat permasalahan dengan baik.

“Dengan kemampuan itu, mahasiswa bisa melihat masalah based on needed and conditions of the user’s requirement sehingga solusi permasalahan yang diberikan akan tepat guna, bukan hanya sisi kecanggihan ataupun kemutahirannya saja.” sampainya.

Outcome Based Education (OBE)

Josua menyebut kampus IT Del tempat mahasiswa menimba ilmu ini sudah menerapkan pembelajaran berbasis OBE (Outcome Based Education). Sebuah sistem pendidikan yang berfokus pada pencapaian pembelajaran tidak hanya berpusat pada materi yang harus diselesaikan namun juga outcome.

Mengutip dari banyak sumber, Outcome-Based Education (OBE) juga salah satu pendekatan yang menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, interaktif, dan efektif. Sehingga penerapan OBE berpengaruh pada keseluruhan proses pendidikan dari rancangan kurikulum; perumusan tujuan dan capaian pembelajaran; strategi pendidikan; rancangan metode pembelajaran; prosedur penilaian; dan lingkungan/ekosistem pendidikan.

(RMN)

Leave a Comment.