Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Harga dan Pasokan Bahan Pokok Terkendali

Bukan hanya kesehatan, wabah Covid-19 yang tengah merebak kini diakui berdampak terhadap perekonomian di Indonesia. Masyarakat mulai merasa khawatir dengan ketersediaan bahan pokok sehari-hari di tengah adanya imbauan #dirumahaja oleh pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19. Menjawab hal ini, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan akan terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Suhanto saat memberikan keterangan pers pada hari  Rabu 25 Maret 2020, kemarin.

“Dalam kondisi sulit atau darurat Covid-19 saat ini, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan bapok sebagaimana selalu ditekankan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto sebagai penjabaran arahan Presiden Jokowi. Untuk itu, diharapkan dukungan dan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan, agar langkah-langkah Kemendag dalam menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dapat berjalan dengan baik,” ujar Suhanto.

Menurut Kemendag harga rata-rata nasional per 24 Maret 2020 untuk bahan-bahan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, telur ayam ras, dan bawang merah umumnya relatif stabil. Sementara itu daging ayam ras, cabe merah keriting, dan cabe merah besar harganya justru turun dibandingkan bulan sebelumnya, hanya bawang putih yang belum turun secara signifikan. Sebaliknya, komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu gula pasir dan cabe rawit merah. Gula pasir naik 23,4 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi Rp17.781/kg atau 42,25 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp12.500/kg. Sedangkan cabe rawit merah naik 8,45 persen menjadi Rp48.500/kg dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan bersama-sama menjaga situasi di lingkungan masing-masing. Pemerintah memastikan bapok cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan puasa di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2020.

“Masyarakat harus tenang, serta tidak melakukan panic buying. Lakukan aktivitas di rumah, namun bila harus ke luar rumah jaga physical distancing. Kita juga harus menjaga kesehatan dan higienis,” imbau Dirjen Suhanto. (RMN)

Leave a Comment.