Promosikan Danau Toba dari Perantauan, BPODT Bersinergi dengan Mahasiswa UKI
- Ido Hutapea
- 16 Jun, 2025
Badan Penyelenggara Otorita Danau Toba (BPODT) terus membangkitkan ide baru dalam mempromosikan Danau Toba. Kali ini, mereka mengajak mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) untuk ikut aktif mempopulerkan Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas.
"Kita tidak bisa lagi setengah hati.
Promosi harus jor-joran, kita perlu ajang besar menarik wisatawan
mancanegara," ucap Direktur Utama BPODT Jimmy Panjaitan dalam dialog
publik di Gedung Fakultas Hukum UKI, Jumat (13/6/2025).
Jimmy mengatakan, upaya promosi harus
dilakukan secara agresif dan berani, salah satunya melalui pagelaran ajang
internasional yang mampu menarik perhatian dunia. Ajang ini meliputi event internasional
yang mengambil tempat di Danau Toba, seperti F1 Powerboat, Aquabike Jetsky, dan
berbagai rencana event internasional lainnya.
"Hingga kini kami juga terus berupaya
meyakinkan investor untuk berinvestasi, sembari kami memperjuangkan perubahan
jangka waktu investasi yang diinginkan investor agar lebih baik," ujar
Jimmy.
Anggota Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga
mengatakan bahwa promosi harus dilakukan dengan lebih progresif. Dari
analisanya, banyak negara yang berhasil mempromosikan pariwisata dengan
pendekatan yang berbeda, termasuk optimalisasi ajang olahraga atau sport
tourism.
"Kalau kita lihat Italia atau Jepang,
mereka punya agenda rutin berkelas internasional. Kita masih perlu banyak
berbenah, khususnya menjadikan pariwisata sebagai industri yang
kompetitif," papar Lamhot.
Menanggapi berbagai upaya pariwisata Danau
Toba, Wakil Rektor UKI Dr. Hulman Panjaitan menegaskan bahwa pendidikan tinggi
harus mengambil peran aktif untuk mendukung pembangunan masa depan daerah asal
mahasiswa perantau.
“Kami siap mendukung pelatihan, riset
terapan, dan keterlibatan mahasiswa dalam proyek pembangunan pariwisata Danau
Toba” Katanya.
Diskusi terkait promosi Danau Toba ke
pendidikan Tinggi ini digelar dalam bentuk dialog publik bertajuk ‘'Menatap
Masa Depan Pariwisata Danau Toba’ yang diikuti oleh 300 mahasiswa anggota
Ikatan Mahasiswa/i Batak Nasional (Imaibana).
Forum ini membahas tantangan dan prospek pengembangan pariwisata
di kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas tanah
air secara mendalam.
"Kita harus sadar pada 2019,
penerimaan negara dari sektor pariwisata lebih besar dari penerimaan sektor
migas. Ini artinya, masih luas kesempatan untuk meningkatkan penghasilan
negara," ungkap Lamhot.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
