Cegah Omicron, Pemerintah Siapkan Vaksin Ketiga untuk Lansia dan Kelompok Rentan Per Januari 2022

Varian baru virus Corona, Omicron, sudah terdeteksi di beberapa negara sejak pertama kali ditemukan di Benua Afrika. Varian ini disebut-sebut sebagai salah satu varian yang dapat menularkan virus dengan sangat cepat.

World Health Organization (WHO) menyatakan varian B.1.1.529 atau Omicron tersebut pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Adapun situasi epidemiologis di Afrika Selatan telah ditandai oleh tiga puncak berbeda dalam kasus yang dilaporkan, yang terakhir didominasi varian Delta.

Mengantisipasi masuknya Omicron tersebut ke Indonesia, Pemerintah mulai mempersiapkan pemberian vaksin dosis ketiga alias booster vaksin COVID-19 yang akan difokuskan bagi lansia dan kelompok rentan. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemberian booster bagi mereka akan dimulai pada Januari 2022.

“Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan,” kata Luhut dilansir dari kumparan.com.

Baca juga: Pemkab Toba Ijinkan Perayaan Natal 2021 Digelar Tatap Muka, Wajib Prokes!

Lebih lanjut terkait pemberian vaksin booster, Menko Luhut belum memberikan rincian lebih. Tapi sejauh ini, booster di Indonesia memang baru diberikan kepada tenaga kesehatan dengan pertimbangan risiko mereka terpapar COVID-19 cukup tinggi. Sebab, mereka bekerja di garda depan penanganan COVID-19.

Namun, karena kini telah muncul lagi varian baru Omicron yang disebut lebih menular lebih dari varian Delta, maka pemerintah bersiap memberikan booster kepada lansia dan kelompok rentan. Selain booster, langkah antisipasi penyebaran varian Omicron di Indonesia juga ditujukan bagi Warga Negara Indonesia yang akan berpergian ke luar negeri. Luhut pun menegaskan jika pejabat dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri untuk sementara waktu.

“Pejabat negara khususnya dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri,” tegasnya dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Berlangsung 14 Desember, 42 Desa di Toba Akan Gelar Pilkades Serentak 2021

Larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara. Terkait dengan larangan perjalanan ke luar negeri, Menko Luhut menambahkan, bagi masyarakat umum sifatnya masih himbauan. (RMN)

 

 

Leave a Comment.