Berstatus Zona Merah, Pintu Masuk Kabupaten Samosir Kembali Diperketat

Dalam kurun waktu seminggu, terjadi lonjakan signifikan angka konfirmasi positif Covid19 di Kabupaten Samosir. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, per tanggal 7 Oktober 2020 angka konfirmasi ada 1 orang, sembuh 1 orang dan meninggal dunia 1 orang. Jumlah tersebut meningkat sehingga pada 14 Oktober 2020 angka konfirmasi mencapai 15 orang, sembuh 1 orang dan meninggal dunia 2 orang.

Nimpan Karokaro, Kadis Kesehatan Samosir, menyampaikan berdasarkan hasil tracing yang dilakukan, orang-orang terkonfirmasi positif masih bersifat klaster keluarga belum terjadi transmisi dalam eskalasi yang lebih luas. “Kita harus siap untuk kemungkinan peningkatan kasus pada hari-hari yang akan datang,” jelas Nimpan Karokaro.

Data ini membuat status Kabupaten Samosir yang sebelumnya hijau berubah jadi zona merah. Hal ini pun disikapi serius oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP)  Covid-19 Samosir.

Ada beberapa upaya yang akan dilakukan guna mengatasi lonjakan angka ini. Diantaranya, memperketat pintu-pintu masuk ke Samosir. Petugas jaga di pintu-pintu masuk Kabupaten Samosir baik jalur darat maupun danau akan diaktifkan kembali setelah penerapan new normal beberapa bulan lalu.

Selain itu, GTPP Covid-19 Samosir  juga telah memutuskan menutup sekolah untuk pembelajaran tatap muka dan sebagai gantinya pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) dalam bentuk visitasi ke tempat tinggal para peserta didik. Pada bidang keagamaan, sosial, pariwisata, dan layanan-layanan publik lainnya masih dalam kajian untuk dirilis beberapa hari ke depan.

Bagi pelaku perjalanan ke Samosir, GTPP Covid-19 Samosir  sedang mengkaji untuk menerapkan surat keterangan rapid test dari daerah asal untuk memastikan carrier tidak masuk ke Samosir. Termasuk mengkaji kebijakan untuk masyarakat yang telah merencanakan pesta hingga bulan Desember 2020 agar ditunda dulu pelaksanaannya.

Terkait aktivitas pasar (Onan) di Pangururan, masyarakat diimbau untuk memaksimalkan waktu saat berbelanja. Diimbau pula untuk disiplin menerapkan 3M: memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer sesering mungkin, dan menjaga jarak interaksi (1 s.d. 2 meter). Hal ini bertujuan untuk menghindari droplet yang mungkin terjadi ketika berinteraksi satu sama lain.

Karenanya, GTPP Covid-19 Samosir mengimbau masyarakat tidak panik, sebaliknya, masyarakat diimbau patuh dengan aturan yang telah dikeluarkan ini termasuk disiplin menerapkan protokol guna mencegah penyebaran Covid19 ini. (RMN)

Leave a Comment.