Upaya memperkuat pengembangan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di kawasan Danau Toba menjadi fokus dalam rangkaian FTTW Sharing Session, di Hotel Niagara Parapat, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, lembaga riset, perbankan, hingga sektor pariwisata untuk membahas arah pengembangan Danau Toba sebagai destinasi unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Forum diawali dengan Perwakilan Bank Indonesia, dilanjutkan dengan paparan dari Kementerian Pariwisata. Dalam sesi utama, pembahasan menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem seiring dengan pertumbuhan ekonomi, termasuk kebutuhan sumber daya dan pengembangan skema pembiayaan melalui konsep Lake Toba Tourism.
Skema tersebut diarahkan untuk memperkuat dukungan pembiayaan bagi pembangunan pariwisata, pengembangan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal dan komunitas, serta perlindungan lingkungan dan konservasi. Selain itu, forum tersebut juga turut memaparkan hasil awal kajian mengenai optimalisasi daya dukung kawasan dalam mendukung investasi Danau Toba yang berkelanjutan, membahas Indonesia Tourism Outlook, mencakup tren, data dan arah kebijakan.
Dalam forum tersebut juga disampaikan berbagai keunggulan strategis Danau Toba, mulai dari kekayaan lanskap dan biodiversitas, jejaring sosial-ekonomi masyarakat, infrastruktur konektivitas, iklim investasi, hingga status UNESCO Global Geopark. Pengembangan kawasan diarahkan melalui empat pilar utama, yakni pemulihan ekosistem, penguatan rantai nilai lintas kabupaten, lembaga satu pintu, serta skema pendanaan terpadu, yang diharapkan mampu menciptakan tata kelola pembangunan kawasan secara lebih terintegrasi.
Tinggalkan Komentar