9 Desa Wisata Sekitar Danau Toba Lolos 500 Besar ADWI 2024, Ada Lumban Bulbul

YT

DELFMRADIO.CO.ID

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemanparekraf) mengumumkan 500 Besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Pengumuman ADWI 2024 rilis melalui platform digital Kemenparekraf (YouTube maupun Instagram) pada hari Selasa, 21 Mei 2024 sekira pukul 17.45 WIB.

Dari 500 besar desa wisata yang lolos seleksi, terdapat sembilan nama desa wisata yang berasal dari Kawasan Danau Toba. Seperti Tongging (Karo), Raya Seribu Bunga (Karo), hingga Silalahi III (Dairi). Ada pula Lumban Bulbul (Toba), River side Juma Bulu (Toba), Dewi Lusi (Samosir), Simanindo (Samosir), Desa Martoba (Samosir) dan Kawasan Pulo Sibandang (Tapanuli Utara).

Baca juga | Latih Soft Skill dan Critical Thinking, Mahasiswa Prodi MR IT Del Gelar Pameran Produk

Kategori Penilaian

Mengutip berbagai sumber, sebelum menetapkan 500 besar Adwi 2024, Kemenparekraf sudah melakukan kurasi kepada 6.016 desa pendaftar agar memenuhi standar. Dari 500 besar, seterusnya kurasi akan berlanjut menjadi 300, 100, hingga 50 besar ADWI 2024.

“Kurasi akan berlanjut Desa Wisata Peserta ADWI 2024 menjadi 500, 300, 100, hingga ke 50 besar Desa Wisata Terbaik ADWI 2024! 🎉,” kutipan caption di @anugerahdesawisata.

Dalam menetapkan pemenang, para juri menilai berdasarkan lima kategori penilaian. Mulai dari daya tarik, amenitas, digital, kelembagaan dan SDM, juga resiliensi.

Berikut rinciannya:

  1. Daya Tarik. Menyangkut potensi utama desa wisata yang memiliki keunikan, keautentikan, dan kreativitas yang menjadi Daya Tarik Wisata. Produknya bisa berupa produk wisata (alam, buatan, budaya) maupun produk ekonomi kreatif (kriya, kuliner, fesyen)
  2. Amenitas. Peningkatan standar kualitas amenitas pariwisata dengan standar CHSE melalui fasilitas homestay, toilet, serta fasilitas penunjang pariwisata lainnya (restoran, tempat ibadah, dan parkir). Hal itu untuk pemenuhan sarana dan prasarana kenyamanan Wisatawan.
  3. Digital.Akselerasi transformasi digital melalui pelayanan infrastruktur dan menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata melalui media digital.
  4. Kelembagaan & SDM: Pemberdayaan SDM di Desa Wisata untuk meningkatkan lapangan kerja, dampak ekonomi, serta mendukung kesetaraan gender dalam pelibatan SDM di Desa Wisata.
  5. Resiliensi: Pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan serta memiliki manajemen risiko.

Fyi, ADWI merupakan media pembelajaran, memberi motivasi dan inspirasi bagi desa di Indonesia untuk menggali dan mengidentifikasi potensi lokal. Hal itu kiranya mendorong kualitas kesejahteraan masyarakat melalui desa wisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah berkelanjutan.

Tahun ini, Kemenparekraf mengusung tema khusus yakni Desa Wisata menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia. Kepada para desa wisata yang lolos, Menparekraf Sandiga Uno berpesan agar terus meningkatkan inovasi, adaptasi maupun kolaborasi.

“Selamat kepada 500 besar desa wisata Anugerah Desa Wisata 2024 desa wisata menuju pariwisata hijau berkelas dunia. Kepada seluruh desa wisata yang belum lolos kurasi ADWI 2024, tetap terus tingkatkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi dan jangan lupa untuk Update data desa wisata kalian di website Jadesta sebagai kontribusi data dukung kegiatan pengembangan desa wisata Kemenparekraf.” pesan Sandiga.

(RMN)

Leave a Comment.